Rote Cultural Dance
Tari Tai Benuk merupakan tari tradisional yang sangat popular dalam masyarakat Rote Ndao, biasanya ditampilkan pada acara pernikahan, pelantikan tokoh adat dan pesta rumah baru.
Sumba Cultural Dance
Tari Nenggu Teba merupakan tari tradisional yang sangat popular dari masyarakat Sumba Tengah (Mamboro).
Kamis, 20 Januari 2022
Wirausaha Akademik
Senin, 06 Desember 2021
Perdana FKP – Undana Miliki Kapal Pendidikan
Rabu, 01 Desember 2021
Anak - Anak NTT Rentan Menjadi Korban Bencana
Bencana seroja yang terjadi di wilayah NTT memberikan dampak yang serius bagi semua kalangan masyarakat . Anak usia dini adalah komunitas yang perlu mendapat perhatian penting dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana khususnya di daerah yang tinggi indeks resiko bencana. Anak merupakan komunitas yang rentan menjadi korban bencana. Pada kelompok usia anak, dampak bencana dipandang lebih mengkhawatirkan, sehingga dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mereka dikategorikan sebagai kelompok rentan.
Melihat kondisi bencana seroja yang baru saja melanda NTT pada bulan April 2021, maka team kelompok pengabdian Dr. Lady Cindy Soewarlan, S.Pi.,M.Si, Dr Franchy Ch. Liufeto, S.Pi.,M.Si dan Lebrina Ivantry Boikh, S.Pi.,M.Si melakukan pendampingan mitigasi bencana pasca badai seroja bagi anak-anak paud di daerah pesisir pantai oesapa. Pendampingan dilakukan dengan memberikan pembelajaran pada anak PAUD oleh pakar mitigasi dari Dosen FKIP PAUD UNDANA.
Model pembelajaran simulasi mitigasi bencana pada anak PAUD sebagai salah satu alternative kegiatan perlindungan terhadap bencana yang akan datang. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan pada anak usia dini (PAUD) adalah kegiatan bermain yang terdiri dari peningkatan wawasan tentang pengertian, dampak, dan keterampilan mitigasi bencana, hingga anak PAUD dalam melakukan simulasi sederhana dengan tenang, tanpa ada kepanikan. Kegiatan bermain dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan mitigasi bencana . Kegiatan bermain dengan tema bencana ini perlu dilakukan secara berkesimbungan agar proses evakuasi saat bencana dapat terekam lebih baik pada memori anak-anak dan hal yang terpenting adalah proses sosialisasi dan mitigasi bencana pun perlu dikuasi terlebih dahulu oleh guru.
Kegiatan Pengabdian dilaksanakan pada 1 November Tahun 2021, bertempat di GMIT Diaspora Danau Ina. Kegiatan pengabdian juga melibatkan mahasiswa dari berbagai semester yaitu Valentino A M Dethan dan Veronika Tiadora Bon (semester 1), Dwi Suryaningsih (semester 3), Putriana F. Purba dan Maria Deputriana Ukat (semester 5) sedangkan Etafina Madelin T. Maure dan Anthoneta W. R. Lobo (semester 7). Keterlibatan mahasiswa dimulai dari proses administrasi, survey lokasi, hingga proses kegiatan berlangsung.
Pembukaan acara oleh Bpk Dr. Franchy Ch. Liufeto, S.Pi., M.Si menyampaikan bahwa sejauh ini belum optimalnya penerapan metode pembelajaran mitigasi bencana terhadap anak usia dini sebagai media kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang akan terjadi. Melalui kegiatan pengabdian ini, anak-anak diajak untuk siap siaga terhadap bencana dan mereka mampu menanamkan pengetahuan serta pemahaman terhadap bencana khususnya bencana alam yang berpotensi di lingkungan sekitar mereka. Sebagai bentuk kesiapsiagaan pada penerapan pembelajaran, maka alternative yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada yaitu perlu dilakukan transfer pengetahuan dengan menggunakan metode pengembangan model pembelajaran mitigasi bencana untuk anak usia dini yaitu belajar melakukan simulasi bencana dengan cara bermain.
Kegiatan ini diikuti oleh 46 orang anak PAUD dan 5 Orang Guru PAUD. Pemateri dilakukan oleh dosen FKIP PAUD UNDANA yaitu Vanida Mundiarti, S.Pd. M.Pd dan Sartika Kale, S.Pd.,M.Pd. Materi yang diberikan berupa:
- Bermain dan Bernyanyi
- Stimulasi kebencanaan di wilayah pesisir
- Diskusi kebencanaan
Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Anak-anak PAUD memberikan respon terhadap kegiatan yang dilakukan. Mereka terlihat aktif dalam bernyanyi, bermain dan mempraktikan simulasi kebencanaan yang diberikan, bahkan mereka aktif merespon dengan memberikan jawaban dan kesimpulan saat ditanya oleh pemateri.
Harapan yang disampaikan oleh pengelola dan guru-guru PAUD bahwa kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan pendampingan model rancangan perangkat pembelajaran mitigasi bencana bagi guru-guru PAUD. Ditulis Oleh Aris Njata dikutip dari tulisan Lebrina Ivantry Boikh, S.Pi.,M.Si
Senin, 08 November 2021
Mahasiswa BDP Perikanan Undana Budidaya ikan dengan sistem BIOFLOK
Minggu, 07 November 2021
Pencegahan Abrasi Pantai Sulamanda - NTT





